UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten ikut melaksankan Visi – Misi Gubernur dan Wakil Gubernur, Visi Pembangunan Provinsi Banten Tahun 2017- 2022 adalah: “BANTEN YANG MAJU, MANDIRI, BERDAYA SAING, SEJAHTERA DAN BERAKHLAKUL KARIMAH”

Berita Pelatihan Kerja Provinsi Banten

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten akan menggelar Job Fair 2023, dimana acara tersebut dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 25 – 26 Oktober 2023 bertempat di Halaman Masjid Raya Al-Bantani (KP3B).

PELUANG USAHA BENGKEL SEPEDA MOTOR

Orang sukses adalah orang yang dapat melihat peluang usaha. Setidaknya mengerti kemauan dan selera pasar. Mengingat selera pasar atau target pasar yang akan digeluti. Hal itu merupakan faktor yang sangat penting. Seperti peluang banyaknya sepeda motor yang digunakan oleh masyarakat. Menurut catatan Gaikindo atau Asosiasi Industri Otomotif Indonesia, pada ttahun 2018, sepeda motor di Indonesia mencapai 14.830.698 unit. Mungkin di tahun 2024 ini, jumlah sepeda motor di Indonesia semakin bertambah. Hal itu dikarenakan, sepeda motor merupakan alat transportasi yang sangat diminati oleh masyarakat dan pemakaiannya sangat simple dan ekonomis. Model sepeda motornya pun sangat beragam. mulai dari sepeda motor ukuran kecil, sedang maupun sepeda motor ukuran yang besar. Selain dijadikan alat transportasi umum, sepeda motor juga dijadikan sebagai hobi. Orang-orang tersebut rela merogoh koceknya hanya untuk mempercantik dan memodifikasi sepeda motornya. Selain itu, mereka juga sangat apik dalam melakukan perawatan sepeda motor miliknya. Hal ini menjadikan sepeda motor dan turunannya sebagai pangsa pasar yang sangat besar dan potensial serta akan terus berkembang. Maka dari itu, ide membuka usaha bengkel motor adalah suatu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Jika bisnis bengkel motor ini dijalankan dengan baik dan dapat memenuhi ekspektasi dan kepuasan pelanggan, maka pelanggan tersebut akan suka rela Kembali untuk perawatan bahkan mereka juga akan dengan rela membawa rekan-rekan untuk merawat sepeda motornya ke bengkel tersebut. Para konsumen datang ke bengkel tidak hanya ingin melakukan service secara rutin atau memperbaiki sepeda motornya saja, seperti yang sudah disinggung di atas, tidak sedikit konsumen tersebut datang ke bengkel karena ingin memodifikasi atau meningkatkan ‘level’ tunggangannya. Sedikitnya, ada enam (6) alasan yang masuk akan mengapa usaha bengkel sepeda motor menjanjikan. Pertama, di masa yang modern ini, sudah menjadi suatu kewajaran jika ‘tren’ dapat mempengaruhi pola prilaku dan gaya hidup masyarakat sesuai zamannya. apalagi tren kendaraan bermotor. tren model dan modifikasi terus mengalami evolusi. Dari motor dan mobil sport, hingga motor dan mobil balap jadul, dari motor gede hingga motor vespa, dan lainnya. tren modifikasi motor dan mobil terus berubah-ubah. Hal itu menandakan bahwa industri perbengkelan sangat atraktif. Jika kita jeli, kita akan menyadari adanya sebuah kepastian di tengah ketidakpastian tren modifikasi motor yaitu ‘kebutuhan masyarakat atas jasa usaha bengkel’. Pada intinya, selama mayoritas masyarakat masih membutuhkan dan menginginkan kendaraan pribadi, selama itu pula kebutuhan atas jasa bengkel tidak mengenal istilah basi. Alasan ke dua (2), keberadaan bengkel sangat dibutuhkan oleh hampir lapisan masyarakat. Kepemilikan kendaraan pribadi sangat wajar di semua lapisan masyarakat. Setiap pemilik kendaraan pribadi khususnya pemilik sepeda motor, membutuhkan bengkel sebagai tempat perawatan dan perbaikan motor. Apalagi keberadaan motor sangat beragam. Keragaman tersebut menuntut adanya perawatan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, ada perawatan yang standar seperti ganti oli, ganti aki, ganti spear part, tambah angin ban dan lainnya sebagainya. Nah perawatan standar tersebut adalah Teknik mumpuni yang harus dimiliki setiap bengkel demi menunjang kebutuhan standar konsumen. Selanjutnya alasan ke tiga (3), Kebutuhan yang sifatnya terus menerus. Bemgkel bagi kendaraan bagaikan makan bagi mahluk hidup. Sebagai makhluk hidup tidak mungkin tidak membutuhkan makanan selama hidup. Setiap pemilik kendaraan pun tifdak mungkin tidak pergi ke bengkel selama iya masih menginginkan kendaraannya berfungsi dengan baik. Semakin sering sebuah kendaraan digunakan, semaijn besar pula biaya perawatanya. Begitu seseorang membeli kendaraan, membeli kedanraan, khususnya motor, sejak itulah pemilik motor terdaftar sebagai konsumen yang akan membutuhkan jasa bengkel secara terus menerus. Alasan ke empat (4) berikutnya, Pasar industri mobil di Indonesia merupakan pasar terbesar se Asia Tenmggara dengan penjualan mobil mencapai 124.348.224 unit Industri otomotif Indonesia tumbuh dengan positif di dua (2) tahun terakhir ini. Melihat angka-angka tersebut, menunjukan bahwa permintaan konsumen Indonesia akan kenbutuhan jasa bengkel cukup tinggi dan diprediksi akan terus meningkat di masa depan. Selanjutnya yang ke lima (5), Kemudahan Menemukan Produk. Jika berminat membuka bisnis bengkel, pastikan peralatann yang akan digunakan berkualitas. Kualitas merupakan hal yang sangat berpengaruh pada keuntungan dan keberlangsungan bisnis bengkel yang di kelola. Pasalnya, sebaik baik kualitas peralatan yang digunakan, semakin baik juga ketahanan fungsi barang tersebut. Peralatan yang berkualitas memiliki nilai ekonomis mencapai 5 tahun. Dengan kata lain, peralatan tersebut dapat memberi manfaat dan keuntungan hingga 5 tahun. Dan yang terakhir yaitu Bisnis bengkel sangat mudah dimulai meskipun modalnya sangat terbatas. Hal itu bisa disiasati dengan cara, kita menguasai kualitas teknisnmya. Untuk mengatasi keterbatasan modal dapat diatasi dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan membeli peralatan bengkel dengan cara kredit. Cara ke dua adalah dengan membuka usaha bengkel dengan langkah kecil, yaitu dengan memberikan pelayanan sederhana dengan memanfaatkan peralatan sederhana pula. Seperti penggantian oli dan tambal ban. Jika kita mempunyai komitmen dan telaten menggelutinya lambat laun usaha bengkel yang di dambakan akan terwujud.

KESELAMATAN DALAM BEKERJA

Semua masyarakat kerja pasti mengetahui tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja ini. Namun apakah semua tenaga kerja memahami mengenai hal ini? K3 adalah suatu konsep yang sangat penting dalam dunia kerja. Pasalnya, K3 merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan melindungi Kesehatan para pekerja. penerapan K3 yang baik dapat mengurangi resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dengan penerapan K3 yang baik dapat meningkatkan produktivitas kerja serta dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Ada beberapa hal yang harus dilakukan pekerja di lingkungan kerjanya, yakni seorang tenaga kerja harus sedini mungkin melakukan indentifikasi potensi bahaya di tempat dan lingkungan kerja. Mengindentifikasi artinya mengenali dan mengetahui lingkungan tempat kerjanya. Untuk itu, setiap tenaga kerja harus mengenali potensi-potensi bahaya apa saja yang akan terjadi di tempat kerjanya. Tidak hanya pekerja saja, perusahaan pun harus melakukan audit K3. Pasalnya, Audit tersebut akan sangat membantu dalam menentukan area yang memerlukan peningkatan dan mengindentifikasi area dimana Tindakan korektif harus segera di ambil. Hal berikutnya yang tak penting yang harus dilakukan perusahaan adalah pekerja harus mengikuti pelatihan dan Pendidikan K3 di tempat kerjanya. pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pekerja dalam K3. Pasalnya, pelatihan dan Pendidikan K3 secara rutin dan berkala dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan pekerja dalam memahami pentingnya kesadaran K3 dilingkungan kerjanya. Jika sudah memahami, diharapkan pekerja juga dapat berkontribusi untuk meningkatkan keselamatan kerja dilingkungan kerjanya. Pelatihan yang dilakukan harus mencakup praktik terbaik dalam pencegahan cedera, Tindakan darurat, dan tata cara penggunaan peralatan kerja. Biasanya pelatihan K3 di perusahaan dilaksanakan oleh Penanggungjawab (PJ) K3. Hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah melibatkan pekerja dalam menetapkan standar K3 dengan cara lain untuk meningkatkan kesadaran K3 di tempat kerja. Pasalnya, jika melibatkan pekerja, yang bersangkutan (pekerja) akan lebih bertanggungjawab dalam proses pembuatan produk kebijakan K3. Selain itu, pelibatan pekerja ini juga dapat mendorong partisipasi aktif pekerja dalam menjalankan program K3 dan membangun budaya K3 yang lebih positif di lingkungan dan tempat kerja. Berikutnya adalah meningkatkan keperdulian pekerja terhadap K3 dengan melakukan memonitor kesadaran terhadap pelaksanaan K3 dilingkungan kerja. monitoring ini dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi dan audit secara berkala. Dengan demikian, akan ada evaluasi terhadap penerapan K3, area mana yang perlu diperbaiki. Yang tak kalah pentingnya dalam penerapan K3 dilingkungan kerja adalah sistem pelaporan kecelakaan kerja. Sistem pelaporan ini mencakup laporan insiden kecil, insiden besar, dan kecelakaan serius. Pelaporan harus dilakukan secara cepat serta harus melibatkan seluruh staf dan managemen. Dengan menerapkan sistem pelaporan ini perusahaan dapat mengambil Tindakan korektif yang sesuai serta dapat mencegah kejadian yang serupa di masa yang akan datang. Yang tak kalah pentingnya adalah, perusahaan harus menyediakan dan menempatkan peralatan K3 dilingkungan kerja. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan keselamatan dan Kesehatan pekerja. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa setiap pekerja dilengkapi dengan peralatan yang aman dan tepat untuk pekerjaan yang dilaksanakan. Pasalnya peralatan K3 yang tidak memenuhi standar dapat meningkatkan resiko cedera dan penyakit akibat kerja.

PELUANG USAHA DARI MARAKNYA MOTOR MATIC

Saat ini, Indonesia mulai dipenuhi dengan produk motor matic. Hal tersebut semakin menambah pilihan masyarakat terhadap kendaraan roda dua. Dengan demikian membuka peluang usaha dari semakin menjamurnya pemakai motor matic tersebut. Ketua Bidang Komersil Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan, saat Indonesia dihantam pandemi Covid 19, motor matic ini terbilang kendaraan praktis dan fungsional. Sehingga serapan penjualannya juga cukup tinggi. Apalagi motor matic ini hadir dengan berbagai varian, ada varian model yang kecil, gesit, irit, sampai model yang lebih besar serta menawarkan kenyamanan, akselerasi dan daya jelajah yang lebih jauh. “Ditahun yang akan datang, AISI memprediksi pasar kendaraan roda dua akan di dominasi oleh motor matic,’ ungkap Sigit beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal ini dikarenakan tahun yang akan datang masih menjadi momentum pemulihan perekonomian Indonesia. Sehingga masyarakat masih akan mengutamakan pilihan kendaraan roda duanya yang fungsional dan sesuai dengan kondisi perekonomian mereka. Hal senada dikatakan oleh GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin. Menurutnya pada tahun depan, motor matic akan tetap menjadi primadona dalam pasar sepeda motor nasional. “Motor matic tetap akan menjadi motor primadona masyarakat. Di satu sisi motor adventure juga memiliki peluang untuk mengalami peningkatan, namun peningkatan motor adventure tidak sepesat peningkatan penjualan motor matic,” katanya. Dalam menghadapi lonjakan keberadaan motor matic tersebut, BLK Serpong Disnakertrans Provinsi Banten melaksanakan pelatihan perawatan sistem CVT (Transmisi Matic) bagi masyarakat yang ber KTP Provinsi Banten. Pelatihan Keterampilan ini meliputi pembongkaran sistem transmisi CVT, pembersihan, penggantian part yang rusak dan terakhir merakit Kembali dengan baik dan benar. Dengan menguasai keterampilan tersebut, diharapkan peserta pelatihan bisa menangkap peluang usaha di bidang perbengkelan motor matic.

TRIPPLE SKILLING

Akhir-akhir ini, data jumlah penganguran semakin meningkat. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pengusahaan skill (keahlian dan keterampilan) masyarakat Indonesia dipandang kurang. Sedangkan saat ini, penguasaan skill menjadi syarat wajib yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia ketenagakerjaan dengan perubahan pasar kerja yang semakin dinamis dan fleksibel. Untuk itu, pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya dalam meminimalisir permasalahan ketenagakerjaan. Untuk itu, pemerintah melalui Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) dipastikan turun tangan dalam menangani permasalahan tersebut. Pada sambutan dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Tahun 2020 secara virtual di Jakarta Rabu (12/8/2020), Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Indonesia, Ida Fauziah mengatakan, kemenaker telah menyiapkan beberapa strategi untuk tetap berperan dalam proses link and match pasar kerja melalui pelatihan vokasi. “Strategi tersebut yakni menganalisis dinamika permintaan dan penawaran di sector ketenagakerjaan akibat pandemi Covid-19. Hingga menyiapkan kompetensi-kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan kebijakan trippel skilling,” ujar Ida Fauziah. Menurutnya, kebijakan trippel skilling tersebut dilakukan untuk menyiapkan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja. Trippel skilling tersebut terdari dari skilling, up-skilling, dan re-skilling. Pasalnya, lanjut Ida Fauziah, ketiga hal tersebut diyakini dapat menjawab tantangan dunia kerja saat ini. Menurutnya, skilling merupakan pelatihan yang diperuntukan bagi Angkatan kerja yang ingin mendapatkan keahlian. Up-skilling merupakan pelatihan kerja yang dapat meningkatkan keahlian kerja, serta re-skilling sangat berguna untuk pekerja yang menginginkan keterampilan baru. “Trippel skilling ini, memastikan agar pekerja mempunyai daya saing yang lebih baik. Penerapannya dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia,” ungkapnya lagi. Dalam kesempatan tersebut, Ida Fauziah juga mengatakan, skilling ditujukan untuk calon pekerja yang belum mendapatkan atau belum memiliki kompetensi. Sehingga calon pekerja atau pekerja yang bersangkutan dapat memiliki kompetensi baru. Ditingkatkannya kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan persyaratan yang ada di pasar kerja. Sehingga mereka dapat mempunyai kompetensi untuk bekerja. Program trippel skilling tersebut dijalankan di 305 balai Latihan kerja, 1.025 balai Latihan kerja komunitas, 5.020 lembaga pelatihan kerja swasta, 109 lembaga pelatihan kementrian/Lembaga lain, 1.799 training center industry yang berpotensi mampu melatih sebanyak 5.366.525 peserta tiap tahunnya. Untuk menjaga kualitas lulusan pelatihan, imbuh Ida Fauzah, dilakukan proses sertifikasi (quality control) dan akreditasi Lembaga. Sementara itu, up-skilling diberikan kepada pekerja yang membutuhkan peningkatan keterampilan atau kariernya agar bisa bertahan dalam perkembangan dunia ketenagakerjaan. Adapun reskilling adalah pemberian kemampuan atau keterampilan baru untuk pekerja agar bisa “ganti hilang”. Mereka sudah punya skill tetapi tidak relevan lagi di pasar kerja. Contohnya, pekerjaan di sektor pariwisata perhotelan suatu daerah sudah semakin mengecil, sementara si pekerja ini hanya memiliki kemampuan di bidang perhotelan. Begitu sektornya berkurang, dia dimungkinkan tidak bisa bekerja di sektor tersebut. Oleh sebab itu, akan diberikan skill baru oleh BLK agar mereka bisa bekerja di sektor yang baru. Misalnya, diberi pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menjadi operator mesin atau teknisi TIK atau beralih ke bidang food processing agar dapat mandiri menciptakan suatu produk makanan.

Profil Kinerja & Pelayanan

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksanan Teknis Dinas, Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2016 tentang pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Banten, dan Peraturan Gubernur Provinsi Banten nomor 86 tahun 2016 tentang Pembentukan, Organisasi dan tata Kerja Unit Pelaksana Teknis dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten, sebagaimana telah di cabut menjadi Peraturan Gubernur Banten Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, yang selanjutnya disempurnakan dengan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2021 tentang Perubahan kedua Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Berdasarkan Peraturan Gubernur Banten nomor 19 tahun 2018 adanya penambahan 4 (empat) UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan dengan type B, dan perubahan nomeklatur UPTD BLKI, menjadi UPTD Latihan Kerja.Kelas AAA.

Struktur Organisasi UPTD Latihan Kerja Disnakertrans
Provinsi Banten

  • Visi Pembangunan Provinsi Banten Tahun 2017- 2022 adalah: “Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah.”

Informasi Pelatihan Kerja

Daftar pelatihan kerja yang diadakan oleh UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten.